LATENT SOSIAL PROBLEM
Latent social problem adalah suatu masalah yang menyangkut hal yang
bertentangan atau berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat, akan tetapi
masyarakatnya itu sendiri tidak menyadari akan adanya kesenjangan atau tata
kelakuan menyimpang yang terjadi dalam lingkungannya.
Latent social problem di Indonesia umumnya terjadi karena ada pembiaran
dari tata kelakuan masyarakat yang
menyimpang terhadap hal-hal yang bertentangan dengan norma dan terjadi dari
adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam masyarakat dengan realita
yang ada terjadi di masyarakat.
Sebab itulah suatu penyimpangan dikatakan sebagai masalah karena disebabkan
adanya ketidaksesuaian tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku di dalam
masyarakat tersebut namun di anggap sebagai masalah yang biasa-biasa saja
sehingga menjadi sebuah kebisaan yang berakar menjadi budaya dan dalam jangka
waktu yang lama akibatnya
masyarakat menjadi hedonisme atau tidak bisa dan tidak mau untuk diatur.
Bukti dari
adanya masalah sosial adalah hukum lalu lintas yang selalu di langgar. Misalnya
memakai helm itu hanya takut kepada polisi semata karena takut ditegur atau
ditilang, bukan halnya untuk keamanan bagi kita.
Dengan terjadinya latent
social problem di masyarakat, perlu adanya solusi agar hal tersebut
mampu diatasi, bisa melalui cara dengan mengenalkan konsep aktualisasi diri
yang dimulai dengan seseorang yang telah mengetahui bagaimana seharusnya sikap
yang baik di masyarakat, lalu mengerti akan hal tersebut, memahaminya,
menghayati, dan selanjutnya mengamalkan dalam lingkungan masyarakat. Tetapi
terkadang, cara seperti ini sulit dilakukan oleh manusia yang sudah tidak mau
memikirkan bagaimana ia dipandang oleh masyarakat.
Contoh
Latent Sosial Problem
Membuang
Sampah Sembarangan
Seiring dengan
pembahasan tentang latent social problem, saya akan mencoba menganalisis sebuah
kasus yang dianggap kecil tapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat di daerah
saya. Kasus yang akan saya analisis itu yakni berkaitan dengan masalah “Buang
Sampah Sembarangan”.
Kasus buang
sampah sembarangan di kampung saya khususnya buang sampah pada selokan yang
berada di pinggir jalan mungkin sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyakat di
daerah saya padahal yang kena dampak bukan hanya yang membuangnya saja tapi
semua pihak khususnya masyarakat yang rumahnya berada dipinggir jalan ikut
terkena dampaknya.
Apalagi pada
saat musim hujan seperti sekarang ini, sampah yang menumpuk itu mengakibatkan
tersendanya aliran air. Sehingga air yang seharusnya mengalir pada selokan
karena adanya penumpukan sampah pada selokan tersebutpun menjadi tersendat
akhirnya mengalir ke tengah jalan raya.
Perilaku buruk
tersebut akhirnya berdampak buruk baik bagi masyarakat di daerah saya tetapi
seakan-akan masyarakat pun tidak peduli dengan bahaya yang diakibatkan dari ketidakdisiplinan
membuang sampah.
Faktor
Penyebab
Setelah saya
analisis ternyata ada beberapa faktor yang menjadi latent social problem dari
membuang sampah tadi, beberapa faktor itu, diantaranya :
-
Sebagian masyarakat mengaku tidak adanya
tempat pembuangan sementara (TPS) walaupun ada tempatnya sangat jauh
-
Sebagian masyarakat mengaku bahwa itu perilaku
biasa saja dan tidak membahayakan pihak manapun
Sikap
masyarakat yang seperti itu sangatlah tidak boleh kita contoh apalagi kita
sebagai mahasiswa karena mereka tidak memperdulikan dampak yang
diakibatkan dari perilaku tersebut, sehingga mereka tidak peduli dengan nasib
masyarakat lain.
Solusi Permasalahan
Setelah
saya menganalisis permasalahan tadi, saya pikir ada solusi yang mungkin bisa
menanggulangi permasalahan tadi yakni dengan menambah tempat pembuangan sampah
sementara (TPS), dan membuat peraturan yang tertulis bagi siapa saja yang membuang
sampah sembarangan khususnya pada selokan lalu dikenanakan sanksi barupa
teguran ataupun denda.
Semua
itu saya kira cukup efektif untuk menanggulangi perilaku sebagian masyarakat
yang kurang disiplin dalam membuang sampah. Karena mereka tidak takut dan tidak
peduli dengan nasib orang lain maka dengan adanya aturan yang tegas juga sanksi
tegas pastinya akan membuat perilaku sebagian masyarakat yang kurang disiplin
itu menjadi jera dan kapok.
Oleh
karena itu dengan sanksi yang langsung diberikan mudah - mudahan saja bisa
membuat jera sikap tidak disiplin dalam membuang sampah. Sehingga
meminimalisir dampak yang diakibatkan perilaku tidak disiplin dalam membuang
sampah ke selokan.
0 komentar:
Posting Komentar