Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas ISBD yang diampu oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd - AMIK GARUT -

Selasa, 09 April 2013



LATENT SOSIAL PROBLEM
Latent social problem adalah suatu masalah yang menyangkut hal yang bertentangan atau berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat, akan tetapi masyarakatnya itu sendiri tidak menyadari akan adanya kesenjangan atau tata kelakuan menyimpang yang terjadi dalam lingkungannya.
Latent social problem di Indonesia umumnya terjadi karena ada pembiaran dari tata kelakuan masyarakat  yang menyimpang terhadap hal-hal yang bertentangan dengan norma dan terjadi dari adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada terjadi di masyarakat.
Sebab itulah suatu penyimpangan dikatakan sebagai masalah karena disebabkan adanya ketidaksesuaian tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tersebut namun di anggap sebagai masalah yang biasa-biasa saja sehingga menjadi sebuah kebisaan yang berakar menjadi budaya dan dalam jangka waktu yang lama akibatnya masyarakat menjadi hedonisme atau tidak bisa dan tidak mau untuk diatur.
Bukti dari adanya masalah sosial adalah hukum lalu lintas yang selalu di langgar. Misalnya memakai helm itu hanya takut kepada polisi semata karena takut ditegur atau ditilang, bukan halnya untuk keamanan bagi kita.
Dengan terjadinya latent social problem di masyarakat, perlu adanya solusi agar hal tersebut mampu diatasi, bisa melalui cara dengan mengenalkan konsep aktualisasi diri yang dimulai dengan seseorang yang telah mengetahui bagaimana seharusnya sikap yang baik di masyarakat, lalu mengerti akan hal tersebut, memahaminya, menghayati, dan selanjutnya mengamalkan dalam lingkungan masyarakat. Tetapi terkadang, cara seperti ini sulit dilakukan oleh manusia yang sudah tidak mau memikirkan bagaimana ia dipandang oleh masyarakat.

Contoh Latent Sosial Problem
Membuang Sampah Sembarangan
Seiring dengan pembahasan tentang latent social problem, saya akan mencoba menganalisis sebuah kasus yang dianggap kecil tapi dampaknya sangat besar bagi masyarakat di daerah saya. Kasus yang akan saya analisis itu yakni berkaitan dengan masalah “Buang Sampah Sembarangan”.
Kasus buang sampah sembarangan di kampung saya khususnya buang sampah pada selokan yang berada di pinggir jalan mungkin sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyakat di daerah saya padahal yang kena dampak bukan hanya yang membuangnya saja tapi semua pihak khususnya masyarakat yang rumahnya berada dipinggir jalan ikut terkena dampaknya.
Apalagi pada saat musim hujan seperti sekarang ini, sampah yang menumpuk itu mengakibatkan tersendanya aliran air. Sehingga air yang seharusnya mengalir pada selokan karena adanya penumpukan sampah pada selokan tersebutpun menjadi tersendat akhirnya mengalir ke tengah jalan raya.
Perilaku buruk tersebut akhirnya berdampak buruk baik bagi masyarakat di daerah saya tetapi seakan-akan masyarakat pun tidak peduli dengan bahaya yang diakibatkan dari ketidakdisiplinan membuang sampah.
Faktor Penyebab
Setelah saya analisis ternyata ada beberapa faktor yang menjadi latent social problem dari membuang sampah tadi, beberapa faktor itu, diantaranya :
-          Sebagian masyarakat mengaku tidak adanya tempat pembuangan sementara (TPS) walaupun ada tempatnya sangat jauh
-          Sebagian masyarakat mengaku bahwa itu perilaku biasa saja dan tidak membahayakan pihak manapun
Sikap masyarakat yang seperti itu sangatlah tidak boleh kita contoh apalagi kita sebagai mahasiswa karena mereka tidak memperdulikan dampak yang  diakibatkan dari perilaku tersebut, sehingga mereka tidak peduli dengan nasib masyarakat lain.
Solusi Permasalahan
Setelah saya menganalisis permasalahan tadi, saya pikir ada solusi yang mungkin bisa menanggulangi permasalahan tadi yakni dengan menambah tempat pembuangan sampah sementara (TPS), dan membuat peraturan yang tertulis bagi siapa saja yang membuang sampah sembarangan khususnya pada selokan lalu dikenanakan sanksi barupa teguran ataupun denda.
Semua itu saya kira cukup efektif untuk menanggulangi perilaku sebagian masyarakat yang kurang disiplin dalam membuang sampah. Karena mereka tidak takut dan tidak peduli dengan nasib orang lain maka dengan adanya aturan yang tegas juga sanksi tegas pastinya akan membuat perilaku sebagian masyarakat yang kurang disiplin itu menjadi jera dan kapok.
Oleh karena itu dengan sanksi yang langsung diberikan mudah - mudahan saja bisa membuat jera sikap tidak disiplin dalam membuang  sampah. Sehingga meminimalisir dampak yang diakibatkan perilaku tidak disiplin dalam membuang sampah ke selokan.